Selasa, 11 November 2014

Mun urang tumpak kandaraan antara Bandung - Sumedang. Urang bakal ngaliwatan jalan nu mantak hariwang.Kawuwuh unggal pengkolan, mipir lamping mapay jurang. Mantak aringgis nempona, baluas ningal leuwangna.
 (Kalau kita naik kendaraan antara Bandung - Sumedang. Kita bakal melewati jalan yang membikin ngeri. banyak setiap tikungan, yang bersandingkan tebing dan jurang. bagi yang melihat akan terasa miris dan was-was. Potongan lagu yang menggambarkan situasi Jalan Cadas Pangera. Cadas

Pangeran adalah bukti sejarah pengorbanan putra bangsa. Mereka membangun negeri ini penuh dengan cucuran keringat dan tetesan dara. mereka juga membangun dibwah tekanan todongan senapan para serdadu Belanda.

Pengorbanan pendahulu bangsa ini meninggalkan manfaat bagi generasi penerus kini. Walaupun terdapat cerita yang mengerikan, Cadas pangeran kini, menyimpan pesona tersendiri bagi yang melaluinya. Walaupun betul berada diantara tebing dan jurang, cadas pengeran sekarang sudah aman utuk dilalui karena jalannya sudah lebar dan dipingirannya diberikan batas pengamanan serta penerangan. Jalanan yang berliku, dan iklim yang sejuk membuat Cadas Pangeran mempunyai daya pesona sendiri. Ditambah pemandangan alam yang berbukit dan tebing yang curan dengan pepohonan yang hijau menambah indahnya daya pesona Cadas Pangeran. Bahkan bagi anda yang menyenangi dunia fotografi, tempat ini bisa dijadikan salah-satu objek untuk memnuhi dahaga anda akan alam yang indah dalam memenuhi memori fotografi anda.

Minggu, 02 November 2014

Kawasan wisata Kampung Toga merupakan daerah wisata alam yang berada di perbukitan nan menjulang, berjarak sekitar 2 km dari pusat Kota Sumedang. Ada banyak hal yang bisa dilakukan disini, karena arena kegiatan melingkupi tiga aspek sekaligus: udara, darat dan air.

Wisata disini cukup komprehensif sehingga banyak pilihan yang dijamin bakal memuaskan siapapun pengunjungnya. Motto Kampung Toga ialah One Stop Adventure terasa sangat pas dan cocok mengingat memang pengunjung kampung wisata ini bisa beraktifitas di tiga tempat sebagaimana disebutkan diatas tadi. Untuk kegiatan di udara misalnya, pengunjung bisa mengikuti olah raga Paralayang dan Gantole, baik untuk pendidikan maupun sekedar rekreasi udara. Tersedia trainner profesional untuk para siswa yang ingin mengikuti pendidikan. Bagi yang ingin sekedar menikmati keindahan Kampung Toga tersedia Master Thundem. Sedangkan untuk fasilitas air yang tersedia adalah kolam renang dewasa dan anak-anak dengan nuansa pegunungan, pemancingan di danau buatan, serta arena untuk kegiatan Raffting (Arung Jeram).

Bila Anda sudah merasa lelah dan lapar setelah melakukan kegiatan di Kampung Toga, singgahlah ke saung lesehan atau restoran bernuansa alam terbuka yang difasilitasi dengan iringan musik Sunda. Sambil bersantap pengunjung bisa menikmati pemandangan hamparan sawah dan pegunungan hijau. Lokasi Lokasi KAMPUNG TOGA sekitar 2 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Sumedang, dengan ketinggian 650 DPL koordinat S 06.52.35.1, E 107.54.34.5 dengan nuansa perbukitan yang asri dan pemandangan kota Sumedang serta hamparan sawah dan sungai yang dapat dinikmati dengan wisata dirgantara yaitu Paralayang dan gantole. Alamat Kampung Toga : Jl. Makam Cut Nyak Dien Gn Puyuh Desa Sukajaya- Sumedang Selatan, Jawa Barat Telp/Fax (0265)206567 Fasilitas Setelah sembilan tahun dikembangkan mulai tahun 1997 sampai dengan tahun 2006 kawasan wisata KAMPUNG TOGA sudah tersedia berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk para pengunjung, bahkan uasan lahan sudah mencapai 32 Ha.

Motto yang dipakai adalah ONE STOP ADVENTURE, dengan motto tersebut para pengunjung akan menikmati kegiatan beraneka ragam, baik kegiatan di udara, darat maupun air. Di udara menikmati olah raga dirgantara berupa PARALAYANG dan GANTOLE baik untuk pendidikan maupun untuk rekreasi udara, telah disiapkan Trainner yang berlisensi untuk para siswa yang akan megikuti pendidikan dan Master Thundem untuk penumpang yang sekedar menikmati indahnya panorama KAMPUNG TOGA di udara.

Di darat berupa rekreasi keluarga dengan menikmati suasana alam pegunungan, jalan-jalan dengan suasana pedesaan, naik sepeda gunung, untuk kegiatan Outbound lengkap dengan segala fasilitas dan permainannya, tersedia aneka makanan dan minuman ala Parahyangan, disajikan di saung lesehan dan restoran yang bernuansa alam terbuka, diiringi musik sunda terasa menikmati alam yang sebenarnya, panorama sawah yang terbentang luas, pegunungan yang hijau dan arsitektur bangunan yang mempunyai ciri khas panggung, kayu dan batu, tertata apik diantara perbukitan. Di air ada kegiatan Raffting (Arung Jeram), Kolam Renang dewasa dan anak-anak dengan nuansa pegunungan serta pemancingan di danau buatan diatas bukit paling tinggi, atau sekedar mancing keluarga diatas perahu.




























Sumber Referensi: liburananak.com
         Sumedang, adalah sebuah kota kecil yang berada diantara dua kota. Ditimur berbatasan dengan Majalengka, dibarat dengan Bandung. Sejarah Sumedang tidak lepas dari sejarah Kerajaan Pajajaran dibarat, dan kesultanan Cirebon dibagian timurnya.
        Jaman dahulu, wilayah Sumedang telah dikenal sebagai lokasi kerajaan Sumedang larang yang didirikan oleh Praburesi Tajimalela (±1340 M - 1350 M) dengan wilayah meliputi: Sumedang, Garut (Limbangan), Tasikmalaya (Sukapura) dan Bandung. Disaat Pajajaran di Bogor runtuh pada tahun 1579 M, pembesar dan senapatinya menyelamatkan atribut dan perangkat kerajaan ke istana Sumedanglarang ini. Raja terakhir Sumedanglarang adalah Prabu Geusan Ulun yang sempat memindahkan keraton dari Sumedanglarang ke daerah Dayeuh Kolot, beliau wafat pada tahun 1608 M.
         Ada makanan khas dari daerah ini yang tak akan kita jumpai didaerah lain ditataran pasundan, yaitu tahu Sumedang. Kekhasan rasa dan bentuk dari tahu Sumedang inilah yang menjadikan makanan ini sangat disukai oleh semua kalangan dan semua orang yang kebetulan datang dan mencobanya. 
      Selain tahu Sumedang.Daerah ini mempunyai panorama alam yang sangat indah. Alam Sumedang juga punya kekhasan alam parahiyangan. Dengan cuaca yang sebagian dingin, dan juga geografisnya yang bergunung, berbukit serta mempunya beberapa sumber air panas yang menyegarkan dan menyehatkan. Diantara keindahan-keindahan yang ada.
         Ada beberapa panorama alam Sumedang yang akan kita lihat secara dekat diantaranya :

 1. Curug Cinulang 
      Curug Cinulang mempunyai dua air buah terjun yang ketinggiannya hampir sama 50 m. Air terjun yang pertama adalah air terjun ‘utama’ yang aliran airnya deras didampingi air terjun alin yang merupakan pecahannya dengan debit air yang lebih kecil. Sedangkan, air terjun kedua berjarak 30 m ke arah barat dan mengalir dari dinding tebing yang berada di selatan. Air terjun kedua ini tidaklah sebesar dan sederas air terjun pertama dengan ketinggian yang lebih sedikit lebih rendah sekitar 15 m.

2. CITENGAH, 
         Bukit yang berhutan lebat itu menyimpan daya tarik. Mungkin puluhan tahun lalu sepasang tuan dan nyonya Belanda menghabiskan sore di rumahnya dengan menatap bukit-bukit di sekelilingnya. Rumah tersebut diperkirakan rumah orang Belanda, dilihatdari sisa fondasi rumah, tegel, dan bata yang antik. Fondasi rumah menunjukkan rumah tersebut besar. Diperkirakan ada tiga rumah Belanda di Bukit Margawindu tersebut. Bukit itu sudah sejak lama memiliki perkebunan teh. Menurut Ade, penampung pucuk teh yang kini membangun rumah di atas fondasi rumah Belanda itu, luas perkebunan teh mencapai 500 hektar, tetapi yang diusahakan rakyat hanya 150 hektar. Penduduk mengelola perkebunan dengan menyewa lahan dari desa sejak sekitar tahun 1994, saat perkebunan itu ditinggalkan PT Cakra, pengelola sebelumnya. Kini, di puncak bukit terdapat empat rumah. Seluruhnya milik Momoh (73) dan anak-anaknya. Momoh adalah orang pertama yang memberanikan diri tinggal di daerah ini tujuh tahun lalu. “Awalnya saya lihat banyak sekali remaja dari Sumedang, Garut, Jakarta, Cirebon, maupun Indramayu datang camping di daerah itu. Kadang cuma lima orang, tapi bisa juga ratusan orang. Kalau Sabtu dan Minggu puncak ini ramai sekali,” tutur Momoh. Di daerah itu masih banyak binatang liar dari hutan di sekitarnya. Hal ini menjadi pesona wisata tersendiri bagi para pemberani.

       Selain itu, di daerah itu hanya air terjun empat tingkat Cigorobog yang bisa dinikmati. Padahal, menurut Agus (36), kepala dusun di Desa Citengah, ada 17 air terjun lain di dalam hutan sekitar Citengah, yaitu Air Terjun Kancana, Ciparahu, Cisoka, dan Cimecek. Air Terjun Cimecek memiliki ketinggian 25-30 meter, sedangkan Air Terjun Ciparahu berbentuk huruf U. “Kalau saya lihat, air terjun itu mirip gambar Air Terjun Niagara,” kata Agus.

       Hanya para pemberani yang bisa melihat air terjun tersebut. Sebab, air terjun itu berada di tengah hutan liar. Namun, daerah itu menjadi tempat petani mencari sumber air untuk sawahnya. Di sore hari banyak pasangan lelaki dan perempuan turun dari hutan dengan membawa rumput dan kayu bakar. Di sepanjang sungai, wisatawan bisa turun ke sungai yang penuh batu dan berair jernih. Jika ingin mendapatkan pilihan makanan sesuai dengan selera, wisatawan bisa membawa bekal dari rumah dan makan di puncak bukit sambil menikmati barisan bukit lain yang mengurungi. Ya, mungkin seperti meneer atau mevrouw Belanda zaman dahulu.