Selasa, 28 Oktober 2014

Lokasi objek wisata ini berada di Kecamatan Cilamaya, jalur menuju ke pantai ini lebih dekat dari arah Cikampek. Pantai Tanjung Baru berada di ujung Utara sebelah Timur, pantai ini hampir tidak jauh berbeda dengan pantai lainnya yang ada di Kabupaten Karawang, Pantai Tanjung Baru terletak pada teluk di semenanjung antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang.

Di pantai ini telah tersedia Warung Makan Tradisional dengan Menu Ikan Bakar terhampar disepanjang pantai ini, tersedia pula Panggung Hiburan, Pasar Tradisional dan Penginapan dengan fasilitas sederhana, tersedia pula penyewaan perahu tradisional dan sarana bilas air bersih setelah puas berenang di laut. Lokasi Pantai Tanjung Baru terletak di Kecamatan Cilamaya 45 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Datang dan nikmati indahnya Alam pantai dengan hamparan pasir putih yang menawan.
Alam adalah pemberian Tuhan yang kadang menyimpan banyak misteri didalamnya. Alam jugalah yang memberikan kita banyak keuntungan dan keindahan yang tak ternilai. Seorang bijak memberikan perumpamaan yang menarik tentang bagaimana ketergantungan manusia terhadap alam ini, dengan logat bertanya "siapakah yang lebih membutuhkan, alam atau manusia?", alam tanpa campur tanngan manusia tentu saja akan disebut alam yang masih perawan, dalam benak kita akan berfikir bahwa alam yang masih perawan ini tentu tak ubahnya perawan pada manusia, yang segar, bersinar, hijau, cantik dan selalu menarik untuk disentuh walau dalam hayalan saja.

Namun saat alam ini sudah menjadi sebuah komoditas yang sangat diperlukan oleh manusia, maka alam akan tampak seperti merana yang terurus lagi sedangkan dari alamlah segala kebutuhan manusia berada, dari sandang, pangan, dan papan yang diperlukan adalah alam yang menyediakan dan selalu memperbarui diri hanya untuk memberi keuntungan buat manusia semata.

Diantara sekian banyak fenomena alam yang ada dibelahan Barat pulau Jawa adalah pantai pangandaran dengan Cukang Taneuh yang oleh wisatawan perancis pada tahun 1993 dinamakan Green Canyon-nya Indonesia dalam bahasa Indonesia Cukang Taneuh berarti Jembatan Tanah.Hal itu dikarenakan diantara jurang Green Canyon dan lembah itu terdapat jembatan dari tanah yang biasa dilewati oleh masyarakat disana untuk sampai ke ladang dan kebunnya.

Green Canyon Indonesia ini terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Dari Kota Ciamis sendiri berjarak sekitar 130 km atau jika dari Pangandaran berjarak sekitar 31 km. Di dekat objek wisata ini terdapat objek wisata Batukaras serta Lapangan Terbang Nusawiru. Objek wisata mengagumkan ini sebenarnya merupakan aliran dari sungai Cijulang yang melintas menembus gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktif dan stalakmitnya.

Selain itu daerah ini juga diapit oleh dua bukit, juga dengan banyaknya bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Semuanya itu membentuk seperti suatu lukisan alam yang begitu unik dan begitu menantang untuk dijelajahi Untuk mencapai lokasi ini wisatawan harus berangkat dari dermaga Ciseureuh. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu tempel atau kayuh yang banyak tersedia di sana. Jarak antara dermaga dengan lokasi Green Canyon sekitar 3km, yang bisa ditempuh dalam waktu 30-45 menit.

Sepanjang perjalanan kita akan melewati sungai dengan air berwarna hijau tosca. Mungkin dari sinilah nama Green Canyon berasal. Begitu terlihat jeram dengan alur yang sempit yang sulit dilewati oleh perahu berarti sudah sampai di mulut Green Canyon, di mana airnya sangat jernih berwarna kebiru-biruan. Di sinilah awal petualangan menjelajah keindahan objek wisata ini dimulai. Dari sini wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke atas dengan berenang atau merayap di tepi batu. Disediakan ban dan pelampung bagi yang memilih untuk berenang.

Meski harus menempuh cara seperti ini, perjalanan dijamin sepenuhnya aman. Bahkan untuk anak-anak 6 tahun ke atas cukup aman untuk menyusuri aliran sungai dengan menggunakan ban dan dipandu oleh pemilik perahu yang disewa. Perjalanan akan terus berada dalam cekungan dinding terjal di kanan kiri aliran sungai. Dinding-dinding untuk menyajikan keindahan tersendiri, yang paling unik berbentuk menyerupai sebuah gua yang atapnya sudah runtuh. Selain itu di bagian atas beberapa kali pengunjung akan melewati stalaktit-stalaktit yang masih dialiri tetesan air tanah. Setelah beberapa ratus meter berenang, akan terlihat beberapa air terjun kecil di bagian kiri kanan yang begitu menawan. Jika diteruskan berenang maka pengunjung akan sampai pada ujung jalan, di mana terdapat gua yang dihuni oleh banyak kelelawar.

Alur aliran sungai ini cukup panjang, sehingga pengunjung dapat berenang sepuas-puasnya sambil mengikuti arus dari air terjun. Selain pemandangan indah di atas permukaan air, Green Canyon akan menjadi surga tersendiri bagi yang suka menyelam. Tinggal membawa beberapa alat selam, pemandangan menakjubkan cekungan-cekungan di dalam air siap untuk ditelusuri dan dinikmati, lengkap dengan beragamnya ikan-ikan yang berenang ke sana kemari di dasar lubuk. Bagi yang suka menantang adrenalin, dapat meloncat dari sebuah batu besar dengan ketinggian 5m ke dasar lubuk yang dalam. Bagi Anda yang benar-benar ingin menikmati keindahan objek wisata Green Canyon harus paham dengan musim-musimnya. Karena saat terbaik untuk bisa menikmati keindahaan objek wisata ini adalah beberapa saat setelah masuk musim kemarau. Karena jika pada musim hujan, dikhawatirkan deras sungai dan warna airnya pun akan menjadi coklat.

Sebelum Anda memutuskan untuk ke Green Canyon, sebaiknya terlebih dahulu menyiapkan uang tunai yang cukup. Pasalnya, disana tidakada bank atau ATM. Untuk ATM, tempat penginapan dan fasilitas akomodasi yang lengkap bisa Anda dapatkan di Pangandaran. Untuk akses berperahu, disana tersedia armada perahu yang cukup banyak. Ada sekitar 100 unit perahu yang dapat mengantarkan Anda untuk menelusuri objek wisata ini. Pada setiap perahu akan dilengkapi seorang juru dan tugas batu untuk memandu Anda dalam perjalanan.

Rute perjalanan yang harus ditempuh untuk menuju Green Canyon yaitu : Dari JAKARTA dan BANDUNG, Anda bisa mengikuti Rute Arah ke Jawa Tengah dengan melalui Kota Tasik-Ciamis Kota-Kota Banjar- Pangandaran. Dari JAWA TIMUR dan JAWA TENGAH, Untuk JAWA TIMUR anda dapat menuju Arah JAWA TENGAH terlebih dahulu, lalu dilanjutkan untuk mengambil jalur ke Jawa Barat dengan mengikuti jalur Arah (Purworejo-Kebumen-Wangon-Banjar- Pangandaran-Ciamis). Bagi Anda yang menggunakan kendaraan umum, tentunya tidak usah repot memikirkan rute. Karena sopir akan membawa Anda Langsung ke Pangandaran(Green Canyon).

Tapi yang perlu diperhatikan yaitu tempat Anda Menginap disana, anda bisa memilih penginapan yang terdapat di hotel-hotel yang tersedia banyak di Pangandaran atau bisa juga menginap di objek wisata Batukaras yang sangat berdekatan dengan Green Canyon. (untuk data informasi hotel anda bisa lihat pada list hotel yang tesedia di situs ini). Selamat Menikmati Liburan
dengan Keluarga Anda, Kunjungi dan Nikmati Potensi Objek Wisata Kabupaten Ciamis yang lain, yang tidak kalah menariknya dengan Green Canyon.

Minggu, 26 Oktober 2014

Masji Rahmatan Lil Alamin berada di Komplek Kampus Al-Zaytun, Ds. Mekarjaya, Kec. Gantar, Kab. Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Mesjid ini mempunyai daya pesona dan penuh dengan nilai filosofi dari sisi arsitekturnya.

Bangunan ini mempunyai ukuran 99m x 99m. Ini melambangkan Asmaul Husna yaitu nama-nama Allah yang 99. kemudian mempunyai ketinggian dengan jumlah 7 lantai. ini berarti menggambarkan tujuh lapis langit. Disamping kubah besar, terdapat tonjolan setengah kubah yang berjumlah empat buah yang menyokong kubah utama. Ini melambangkan perpaduan dari empat mazhab. Kemudian terdapat delapan kubah kecil yang mengelilingi, menandakan delapan penjuru mata angin sebagai ciri khas Rahmatan Lil Alamin yang menyebarkan rahmat bagi alam semesta.

Ma'had Al-Zaytun dengan ikon Masjid Rahmatan Lil Alaminnya kini menjadi daya pesona tersendiri di Kabupaten Indramayu. Perpaduan alam yang hijau royo-royo dan bangunan yang indah menjadikan tempat banyak dikunjungi masyarakat dari penjuru nusantara bahkan manca negara. Bahkan Kabupaten Indramayu memasukan Al-Zaytun kedalam kategori Wisata Religi.

Kamis, 02 Oktober 2014





Rabu, 01 Oktober 2014