Selasa, 16 Desember 2014

Desa Sitonjul 
Desa Sitonjul adalah salah satu kawasan wisata di Kabupaten Kuningan. Lokasinya masih di daerah Sangkanhurip ata sekitar ± 13 km ke arah utara dari Kuningan atau ± 24 km dari arah kota Cirebon ke arah selatan. Di tempat ini anda akan melihat suasana pedesaan yang asri dengan berjalan kaki sekitar 4 Km menyusuri alam perdesaan dimulai dari Dusun Simenyan Kidul, Hutan Rakyat, Makam Umum, Tegalan dan Pesawahan, Bulak Jati, Dusun Tonjong, Pesawahan, Tanggul Irigasi, Bendung Katiga diakhiri di Dusun Munjul Kaler. Selain pemandangan dan keunikan alam pedesaan yang indah, selama perjalanan anda akan menyebragi sungai bahkan bisa mandi di sungai tersebut layaknya menjadi penduduk desa setempat.
Air Terjun / Curug Sidomba Berlokasi di desa Peusing kecamatan Jalaksana yang dapat ditempuh sekitar 30 menit dari kota Kuningan Jawa Barat. Kata 'Curug' diambil dari bahasa Sunda yang berarti air terjun, dan 'Sidomba' dari nama binatang domba atau kambing karena di daerah ini banyak terdapat domba. Air terjun curug Sidomba memiliki ketinggian 3 meter. Curug ini merupakan salah satu curug buatan di sungai yang jalurnya tepat mengalir di daerah ini, airnya cukup jernih, dingin dan segar bersumber dari mata air gunung Ciremai, sungai Curug Sidomba dibendung dan terdapat berbagai macam ikan, seperti ikan mas, dan ikan 'Kancra Bodas'. Fasilitas yang ada di Curug Sidomba ialah restaurant, 'saung' dan arena bermain anak, di area ini juga tersedia camping ground. Di lokasi ini juga terdapat Mesjid megah dengan satu menara tingga dengan jumlah 99 anak tangga. dari atas menara, anda dapat melihat keindahan alam kaki Gunung Ciremai.
Gunung Ciremai 
Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat, menjulang tinggi sekitar 3.078 Meter di atas permukaan laut. Di puncaknya gunung ini memiliki sepasang kawah yang berpotongan, yaitu di ketinggian sekitar 2.900 Meter di atas permukaan laut. Gunung Ciremai merupakan gunung soliter yang terpisah dari gunung-gunung lain, dan masuk kedalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai dengan luas sekitar 15.000 Hektar. Apabila anda melakukan pendakian, anda akan melewati beberapa zona yang berbeda, mulai dari perkebunan penduduk, hutan pinus, hutan pegunungan bawah & atas dengan pohon-pohon yang cukub besar, hutan dataran tinggi yang banyak ditumbuhi semak belukar termasuk bunga edelweis sampai dengan zona tanpa tumbuhan menjelang puncak. Pendakian gunung Ciremai cukup melelahkan karena rutenya yang cukup panjang, tetapi perjalanan yang melelahkan itu akan terbayar dengan keindahan alam yang memikat. Gunung ciremai juga masih memiliki keanekaragaman fauna, seperti elang jawa, anjing gunung (ajag), macan tutul, kijang, kera, lutung dan satwa endemik lainnya. Untuk mencapai puncak gunung Ciremai bisa ditembuh melalui beberapa jalur pendakian yaitu melalui desa Linggarjati, Palutungan dan Apuy. Masih ada beberapa jalur lain tetapi jalur tersebut jarang digunakan dan cukup berbahaya terutama untuk pemula. Demikianlah jelajah kita di Priangan Timur Kuningan, semoga bermanfaat.

Minggu, 14 Desember 2014

Setelah kita melawat barat Pulau Jawa, kini kita akan melihat beberapa obyek wisata dijalur tengah priangan timur yang menghubungkan Cirebon-Majalengka dengan Jawa Tengah. Nama daerahnya adalah Kuningan. Ulang tahun Kuningan tepat tanggal 1 September, pada tahun 2014 ini tepat 516 tahun sudah kuningan berdiri. Kuningan mempunyai sejarah panjang sebagai daerah yang banyak mempunyai nilai sejarah dan bahkan prasejarah. ada 4 fase dalam mengenal kuningan secara sejarahnya 
1. Masa pemerintahan Kelompok Suku (prasejarah) 
2. Masa pemerintahan Kerajaan (Hindu) 
3. Masa pemerintahan Keadipatian/Kadipaten (Islam) 
4. Masa pemerintahan Kabupaten (Hindia Belanda) Maka dengan fase inilah di daerah ini banyak terdapat peninggalan-peninggalan berharga dari masanya. Untuk lebih jelasnya mari kita telusuri beberapa obyek wisata yang ada di Kuningan :
1. Taman Purbakala Cipari 
Situs Purbakala Cipari merupakan situs peninggalan era megalitikum dari masyarakat purba yang hidup di daratan Sunda Besar, yaitu dataran yang mencakup Sumatera, Jawa, dan Kalimantan serta laut yang menghubungkan ketiganya pada sekitar 10.000 tahun yang lalu. Situs ini pertama kali ditemukan pada tahun 1972, berupa komplek pekuburan. Situs ini terhitung cukup lengkap menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa itu, sehingga saat ini menjadi tujuan wisata purbakala yang sangat menarik. Lokasi ini juga dilengkapi dengan museum.

2. Telaga Remis 
Talaga Remis merupakan sebuah danau yang terletak di Desa Kaduela, Kuningan, berjarak sekitar 37 km dari pusat kota Kuningan. Konon nama danau ini diambil dari binatang remis, sejenis kerang bewarna kuning yang banyak hidup di sekitar telaga ini. Telaga remis itu sendiri sejatinya terdiri dari beberapa telaga yang terpisah, yakni Telaga Leat, Telaga Nilem, Telaga Deleg, Situ Ayu Salintang, Telaga Leutik, Telaga Buruy, Telaga Tespong, dan Sumur Jalatunda. Objek Wisata Telaga Remis menyimpan keanekaragaman flora dan fauna, terdapat kurang lebih 160 jenis tumbuhan diantaranya sonokeling, malaka, kosambi dan lain-lain. Talaga Remis memiliki pemandangan pegunungan yang indah serta danau dengan air yang jernih sehingga cocok untuk berwisata. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung menghabiskan waktu dengan menikmati makanan khas berupa ikan gurame yang banyak terdapat di restaurant-restaurant di sini, selain menikmati wisata air dengan menggunakan sepeda air atau perahu, atau sekedar berjalan kaki menikmati pemandangan danau dan hutan dengan udara yang bersih. Daya tarik lain tempat ini adalah adanya satu jenis tumbuhan langka yaitu Pisang Hyang.menjadi obyek wisata budaya yang cukup terkenal baik di dalam negeri maupun mancanegara.
Bersambung

Senin, 01 Desember 2014

masjid luar batang 300x224 10 Tempat Wisata di Jakarta Utara Selain Mall
Kampung Luar Batang adalah alternatif wisata bagi penduduk Jakarta Utara. Berlokasi di belakang Museum Bahari, Kampung Luar Batang adalah sebuah peninggalan sejarah yang dipercaya sebagai pemukiman tertua di Jakarta yang telah berdiri sejak tahun 1630. Yang paling terkenal dari kampung ini adalah masjidnya, yaitu Masjid Luar Batang.

Di dalam Masjid Luar Batang terdapat sebuah makam yang merupakan makam dari Habib Husein. Banyak orang datang berziarah ke tempat ini, termasuk mereka yang berasal dari luar negeri. Tempat ini cocok untuk anda yang suka wisata sejarah, petualangan, dan religi.

 

 

 

 

 

 

kampung marunda 300x200 10 Tempat Wisata di Jakarta Utara Selain Mall

     Dengan suasananya yang tenang dan damai, Kampung Marunda adalah tempat wisata di Jakarta Utara yang cocok untuk menjadi pelarian anda dari ramainya kota Jakarta dan polusinya. Kampung Marunda adalah sebuah pemukiman nelayan dengan desiran angin pantai yang menghadirkan suasana tenang dan damai.

     Di sini terdapat tambak dengan ukuran besar yang merupakan lahan pekerjaan turun temurun bagi warga Kampung Marunda.

    Pengunjung dapat menyewa alat pancing dan memancing di tambak ini. Selain itu pengunjung juga dapat menikmati hidangan lezat hasil dari tambak ini di beberapa warung yang terdapat di sekitar tambak.


jakarta islamic centre 300x246 10 Tempat Wisata di Jakarta Utara Selain Mall
Jakarta Islamic Centre atau sering disingkat JIC adalah tempat pengembangan dan pembelajaran Islam yang berlokasi di Jalan Kramat Raya, Jakarta Utara. Pusat pendidikan agama Islam ini adalah sebuah kebanggaan bagi warga Jakarta dan sudah menjadi salah satu tempat wisata di Jakarta Utara yang menarik untuk dikunjungi pecinta wisata rohani.

Yang menarik, sebelum JIC berdiri, lokasi ini adalah salah satu pusat hiburan malam yang terkenal dan kemudian diubah menjadi pusat agama Islam terbesar di Jakarta. Fasilitas yang dimiliki JIC adalah tempat ibadah, perpustakaan, dan gedung pertemuan.
Setelah beberapa waktu lalu kita mencoba mengintip obyek-obyek wisata dari Jawa Barat bagian Timur dari Pantura dengan Tanjung Baru sampai ke jalur Pantai Selatan dengan Green Canyon-nya Indonesia di Pangandaran. Kini kita menunjukkan kepada para traveler, beberapa obyek wisata dari sebuah propinsi di bagian paling Barat pulau Jawa, yaitu Banten, yang banyak memiliki obyek menarik baik dari alam maupun peninggalan-peninggalan kesejarahan dari masa penjajahan sampai kepada daerah budaya yang ada disana.

Yuk kita ikuti perjalanannnya. Semoga menjadi inspirasi berharga untuk para pelancong yang akan mengisi liburan atau perjalanannya di dareah-daerah yang terbilang mempunyai panorama yang indah rupawan.

1. Pantai Anyer

Pantai ini dikatakan Anyer karena berada di Kecamatan Anyer Kabupaten Serang, Banten. Pantai dengan pemandangan laut yang indah ini sangat diminati dan menjadi tujuan utama wisata bahari dari para turis lokal maupun mancanegara yang mempunyai tujuan berwisata di Banten.

Pantai Anyer adalah pantai yang memiliki pasir putih yang indah dan menarik.Pantai Anyer adalah berenang, bermain pasir, bermain olahraga air, berselancar, menyelam, menikmati pemandangan pantai, hingga menyantap hidangan laut yang nikmat di pinggir pantai. Apabila ingin menginap, tidak perlu kuatir karena banyak sekali hotel di sekitar Pantai Anyer.

2. Taman Nasional Ujung Kulon

 Taman Nasional Ujung Kulon sesuai dengan namanya, berada di ujung barat Pulau Jawa. Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon tidak hanya mencakup kawasan daratan yang ada di Pulau Jawa saja, melainkan juga termasuk beberapa pulau di sekitar ujung barat Pulau Jawa.

Kegiatan utama yang dapat dilakukan di Taman Nasional Ujung Kulon adalah trekking, berkemah, dan melihat alam liar.

Fungsi utama Taman Nasional Ujung Kulon selain sebagai tempat wisata adalah sebagai tempat perlindungan badak. Taman Nasional Ujung Kulon mengajarkan kita suatu hal penting yaitu pentingnya menjaga kelestarian alam di sekitar kita.

3.Gunung Krakatau

 Gunung Krakatau adalah gunung berapi yang pernah meletus dengan hebat dan berdampak tidak hanya kepada Indonesia, namun juga mancanegara. Sekarang ini, Gunung Krakatau adalah salah satu tempat wisata di Banten yang paling disukai pendaki gunung.

Kegiatan utama dan paling favorit di sini adalah mendaki Gunung Krakatau, banyak sekali agen tur yang menawarkan paket mendaki Gunung Krakatau mulai dari paket 1 hari, hingga paket 4 hari.

4. Kampung Baduy

 Kampung Baduy adalah kampungnya suku Baduy. Suku Baduy adalah suku yang masih kental adat sundanya, dan merupakan salah satu suku asli yang ada di Banten.

Kampung Baduy yang berada di Kabupaten Lebak, Banten ini memiliki penduduk sekitar 8,000 jiwa dan terbagi menjadi 2, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar.

Suku Baduy Dalam adalah Suku Baduy yang menolak dunia luar, sedangkan Suku Baduy Luar adalah suku Baduy yang lebih terbuka pada dunia luar.

5. Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten adalah sebuah peninggalan sejarah yang sangat penting. Berdiri sejak tahun 1569, Masjid Agung Banten memiliki arsitektur bangunan yang kental dengan arsitektur jaman dahulu dan merupakan perbaduan dari berbagai macam budaya yang berbeda, di antaranya budaya Hindu, China, Jawa, dan Eropa.

Bukan hanya Masjid saja yang dapat ditemui di lokasi ini, melainkan juga peninggalan dari kerajaan Islam yang pernah ada di Banten, lengkap dengan makam orang-orang yang berjasa dalam pengembangan agama Islam di banten. Selain ramai dikunjungi penziara dan umat Islam, Masjid Agung Banten setiap harinya juga ramai dikunjungi wisatawan yang tertarik dengan sejarah Islam.

6. Pantai Karang Bolong

 Satu lagi pantai di belahan Barat pulau Jawa yang terkenal adalah Pantai Karang Bolong.Pantai Karang Bolong berlokasi sekitar 40 KM dari kota Serang, Banten, dekat dengan Pantai Anyer.

Pantai Karang Bolong adalah pantai yang sangat unik. Sesuai dengan namanya, Pantai Karang Bolong adalah pantai yang berada di dalam sebuah karang yang bolong karena hempasan ombak.

Anda tidak dapat berenang di Pantai Karang Bolong karena banyak karang di lokasi ini sehingga dapat membahayakan anda. Menurut saya Pantai Karang Bolong adalah salah satu pantai yang paling unik di Banten.

Demikianlah yang bisa saya berikan kepada para pembaca sekalian, Allah menciptakan alam ini adalah anugerah untuk manusia yang tak terhingga. Maka mari jaga, nkmati, dan syukuri dengan cara yang baik dan benar menurut Allah. Karena manusia yang baik adalah manusia yang selalu melihat celah bersyukur dalam segala kesempatan. Selamat berwisata di Banten

Selasa, 11 November 2014

Mun urang tumpak kandaraan antara Bandung - Sumedang. Urang bakal ngaliwatan jalan nu mantak hariwang.Kawuwuh unggal pengkolan, mipir lamping mapay jurang. Mantak aringgis nempona, baluas ningal leuwangna.
 (Kalau kita naik kendaraan antara Bandung - Sumedang. Kita bakal melewati jalan yang membikin ngeri. banyak setiap tikungan, yang bersandingkan tebing dan jurang. bagi yang melihat akan terasa miris dan was-was. Potongan lagu yang menggambarkan situasi Jalan Cadas Pangera. Cadas

Pangeran adalah bukti sejarah pengorbanan putra bangsa. Mereka membangun negeri ini penuh dengan cucuran keringat dan tetesan dara. mereka juga membangun dibwah tekanan todongan senapan para serdadu Belanda.

Pengorbanan pendahulu bangsa ini meninggalkan manfaat bagi generasi penerus kini. Walaupun terdapat cerita yang mengerikan, Cadas pangeran kini, menyimpan pesona tersendiri bagi yang melaluinya. Walaupun betul berada diantara tebing dan jurang, cadas pengeran sekarang sudah aman utuk dilalui karena jalannya sudah lebar dan dipingirannya diberikan batas pengamanan serta penerangan. Jalanan yang berliku, dan iklim yang sejuk membuat Cadas Pangeran mempunyai daya pesona sendiri. Ditambah pemandangan alam yang berbukit dan tebing yang curan dengan pepohonan yang hijau menambah indahnya daya pesona Cadas Pangeran. Bahkan bagi anda yang menyenangi dunia fotografi, tempat ini bisa dijadikan salah-satu objek untuk memnuhi dahaga anda akan alam yang indah dalam memenuhi memori fotografi anda.

Minggu, 02 November 2014

Kawasan wisata Kampung Toga merupakan daerah wisata alam yang berada di perbukitan nan menjulang, berjarak sekitar 2 km dari pusat Kota Sumedang. Ada banyak hal yang bisa dilakukan disini, karena arena kegiatan melingkupi tiga aspek sekaligus: udara, darat dan air.

Wisata disini cukup komprehensif sehingga banyak pilihan yang dijamin bakal memuaskan siapapun pengunjungnya. Motto Kampung Toga ialah One Stop Adventure terasa sangat pas dan cocok mengingat memang pengunjung kampung wisata ini bisa beraktifitas di tiga tempat sebagaimana disebutkan diatas tadi. Untuk kegiatan di udara misalnya, pengunjung bisa mengikuti olah raga Paralayang dan Gantole, baik untuk pendidikan maupun sekedar rekreasi udara. Tersedia trainner profesional untuk para siswa yang ingin mengikuti pendidikan. Bagi yang ingin sekedar menikmati keindahan Kampung Toga tersedia Master Thundem. Sedangkan untuk fasilitas air yang tersedia adalah kolam renang dewasa dan anak-anak dengan nuansa pegunungan, pemancingan di danau buatan, serta arena untuk kegiatan Raffting (Arung Jeram).

Bila Anda sudah merasa lelah dan lapar setelah melakukan kegiatan di Kampung Toga, singgahlah ke saung lesehan atau restoran bernuansa alam terbuka yang difasilitasi dengan iringan musik Sunda. Sambil bersantap pengunjung bisa menikmati pemandangan hamparan sawah dan pegunungan hijau. Lokasi Lokasi KAMPUNG TOGA sekitar 2 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Sumedang, dengan ketinggian 650 DPL koordinat S 06.52.35.1, E 107.54.34.5 dengan nuansa perbukitan yang asri dan pemandangan kota Sumedang serta hamparan sawah dan sungai yang dapat dinikmati dengan wisata dirgantara yaitu Paralayang dan gantole. Alamat Kampung Toga : Jl. Makam Cut Nyak Dien Gn Puyuh Desa Sukajaya- Sumedang Selatan, Jawa Barat Telp/Fax (0265)206567 Fasilitas Setelah sembilan tahun dikembangkan mulai tahun 1997 sampai dengan tahun 2006 kawasan wisata KAMPUNG TOGA sudah tersedia berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk para pengunjung, bahkan uasan lahan sudah mencapai 32 Ha.

Motto yang dipakai adalah ONE STOP ADVENTURE, dengan motto tersebut para pengunjung akan menikmati kegiatan beraneka ragam, baik kegiatan di udara, darat maupun air. Di udara menikmati olah raga dirgantara berupa PARALAYANG dan GANTOLE baik untuk pendidikan maupun untuk rekreasi udara, telah disiapkan Trainner yang berlisensi untuk para siswa yang akan megikuti pendidikan dan Master Thundem untuk penumpang yang sekedar menikmati indahnya panorama KAMPUNG TOGA di udara.

Di darat berupa rekreasi keluarga dengan menikmati suasana alam pegunungan, jalan-jalan dengan suasana pedesaan, naik sepeda gunung, untuk kegiatan Outbound lengkap dengan segala fasilitas dan permainannya, tersedia aneka makanan dan minuman ala Parahyangan, disajikan di saung lesehan dan restoran yang bernuansa alam terbuka, diiringi musik sunda terasa menikmati alam yang sebenarnya, panorama sawah yang terbentang luas, pegunungan yang hijau dan arsitektur bangunan yang mempunyai ciri khas panggung, kayu dan batu, tertata apik diantara perbukitan. Di air ada kegiatan Raffting (Arung Jeram), Kolam Renang dewasa dan anak-anak dengan nuansa pegunungan serta pemancingan di danau buatan diatas bukit paling tinggi, atau sekedar mancing keluarga diatas perahu.




























Sumber Referensi: liburananak.com
         Sumedang, adalah sebuah kota kecil yang berada diantara dua kota. Ditimur berbatasan dengan Majalengka, dibarat dengan Bandung. Sejarah Sumedang tidak lepas dari sejarah Kerajaan Pajajaran dibarat, dan kesultanan Cirebon dibagian timurnya.
        Jaman dahulu, wilayah Sumedang telah dikenal sebagai lokasi kerajaan Sumedang larang yang didirikan oleh Praburesi Tajimalela (±1340 M - 1350 M) dengan wilayah meliputi: Sumedang, Garut (Limbangan), Tasikmalaya (Sukapura) dan Bandung. Disaat Pajajaran di Bogor runtuh pada tahun 1579 M, pembesar dan senapatinya menyelamatkan atribut dan perangkat kerajaan ke istana Sumedanglarang ini. Raja terakhir Sumedanglarang adalah Prabu Geusan Ulun yang sempat memindahkan keraton dari Sumedanglarang ke daerah Dayeuh Kolot, beliau wafat pada tahun 1608 M.
         Ada makanan khas dari daerah ini yang tak akan kita jumpai didaerah lain ditataran pasundan, yaitu tahu Sumedang. Kekhasan rasa dan bentuk dari tahu Sumedang inilah yang menjadikan makanan ini sangat disukai oleh semua kalangan dan semua orang yang kebetulan datang dan mencobanya. 
      Selain tahu Sumedang.Daerah ini mempunyai panorama alam yang sangat indah. Alam Sumedang juga punya kekhasan alam parahiyangan. Dengan cuaca yang sebagian dingin, dan juga geografisnya yang bergunung, berbukit serta mempunya beberapa sumber air panas yang menyegarkan dan menyehatkan. Diantara keindahan-keindahan yang ada.
         Ada beberapa panorama alam Sumedang yang akan kita lihat secara dekat diantaranya :

 1. Curug Cinulang 
      Curug Cinulang mempunyai dua air buah terjun yang ketinggiannya hampir sama 50 m. Air terjun yang pertama adalah air terjun ‘utama’ yang aliran airnya deras didampingi air terjun alin yang merupakan pecahannya dengan debit air yang lebih kecil. Sedangkan, air terjun kedua berjarak 30 m ke arah barat dan mengalir dari dinding tebing yang berada di selatan. Air terjun kedua ini tidaklah sebesar dan sederas air terjun pertama dengan ketinggian yang lebih sedikit lebih rendah sekitar 15 m.

2. CITENGAH, 
         Bukit yang berhutan lebat itu menyimpan daya tarik. Mungkin puluhan tahun lalu sepasang tuan dan nyonya Belanda menghabiskan sore di rumahnya dengan menatap bukit-bukit di sekelilingnya. Rumah tersebut diperkirakan rumah orang Belanda, dilihatdari sisa fondasi rumah, tegel, dan bata yang antik. Fondasi rumah menunjukkan rumah tersebut besar. Diperkirakan ada tiga rumah Belanda di Bukit Margawindu tersebut. Bukit itu sudah sejak lama memiliki perkebunan teh. Menurut Ade, penampung pucuk teh yang kini membangun rumah di atas fondasi rumah Belanda itu, luas perkebunan teh mencapai 500 hektar, tetapi yang diusahakan rakyat hanya 150 hektar. Penduduk mengelola perkebunan dengan menyewa lahan dari desa sejak sekitar tahun 1994, saat perkebunan itu ditinggalkan PT Cakra, pengelola sebelumnya. Kini, di puncak bukit terdapat empat rumah. Seluruhnya milik Momoh (73) dan anak-anaknya. Momoh adalah orang pertama yang memberanikan diri tinggal di daerah ini tujuh tahun lalu. “Awalnya saya lihat banyak sekali remaja dari Sumedang, Garut, Jakarta, Cirebon, maupun Indramayu datang camping di daerah itu. Kadang cuma lima orang, tapi bisa juga ratusan orang. Kalau Sabtu dan Minggu puncak ini ramai sekali,” tutur Momoh. Di daerah itu masih banyak binatang liar dari hutan di sekitarnya. Hal ini menjadi pesona wisata tersendiri bagi para pemberani.

       Selain itu, di daerah itu hanya air terjun empat tingkat Cigorobog yang bisa dinikmati. Padahal, menurut Agus (36), kepala dusun di Desa Citengah, ada 17 air terjun lain di dalam hutan sekitar Citengah, yaitu Air Terjun Kancana, Ciparahu, Cisoka, dan Cimecek. Air Terjun Cimecek memiliki ketinggian 25-30 meter, sedangkan Air Terjun Ciparahu berbentuk huruf U. “Kalau saya lihat, air terjun itu mirip gambar Air Terjun Niagara,” kata Agus.

       Hanya para pemberani yang bisa melihat air terjun tersebut. Sebab, air terjun itu berada di tengah hutan liar. Namun, daerah itu menjadi tempat petani mencari sumber air untuk sawahnya. Di sore hari banyak pasangan lelaki dan perempuan turun dari hutan dengan membawa rumput dan kayu bakar. Di sepanjang sungai, wisatawan bisa turun ke sungai yang penuh batu dan berair jernih. Jika ingin mendapatkan pilihan makanan sesuai dengan selera, wisatawan bisa membawa bekal dari rumah dan makan di puncak bukit sambil menikmati barisan bukit lain yang mengurungi. Ya, mungkin seperti meneer atau mevrouw Belanda zaman dahulu.

Selasa, 28 Oktober 2014

Lokasi objek wisata ini berada di Kecamatan Cilamaya, jalur menuju ke pantai ini lebih dekat dari arah Cikampek. Pantai Tanjung Baru berada di ujung Utara sebelah Timur, pantai ini hampir tidak jauh berbeda dengan pantai lainnya yang ada di Kabupaten Karawang, Pantai Tanjung Baru terletak pada teluk di semenanjung antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang.

Di pantai ini telah tersedia Warung Makan Tradisional dengan Menu Ikan Bakar terhampar disepanjang pantai ini, tersedia pula Panggung Hiburan, Pasar Tradisional dan Penginapan dengan fasilitas sederhana, tersedia pula penyewaan perahu tradisional dan sarana bilas air bersih setelah puas berenang di laut. Lokasi Pantai Tanjung Baru terletak di Kecamatan Cilamaya 45 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Datang dan nikmati indahnya Alam pantai dengan hamparan pasir putih yang menawan.
Alam adalah pemberian Tuhan yang kadang menyimpan banyak misteri didalamnya. Alam jugalah yang memberikan kita banyak keuntungan dan keindahan yang tak ternilai. Seorang bijak memberikan perumpamaan yang menarik tentang bagaimana ketergantungan manusia terhadap alam ini, dengan logat bertanya "siapakah yang lebih membutuhkan, alam atau manusia?", alam tanpa campur tanngan manusia tentu saja akan disebut alam yang masih perawan, dalam benak kita akan berfikir bahwa alam yang masih perawan ini tentu tak ubahnya perawan pada manusia, yang segar, bersinar, hijau, cantik dan selalu menarik untuk disentuh walau dalam hayalan saja.

Namun saat alam ini sudah menjadi sebuah komoditas yang sangat diperlukan oleh manusia, maka alam akan tampak seperti merana yang terurus lagi sedangkan dari alamlah segala kebutuhan manusia berada, dari sandang, pangan, dan papan yang diperlukan adalah alam yang menyediakan dan selalu memperbarui diri hanya untuk memberi keuntungan buat manusia semata.

Diantara sekian banyak fenomena alam yang ada dibelahan Barat pulau Jawa adalah pantai pangandaran dengan Cukang Taneuh yang oleh wisatawan perancis pada tahun 1993 dinamakan Green Canyon-nya Indonesia dalam bahasa Indonesia Cukang Taneuh berarti Jembatan Tanah.Hal itu dikarenakan diantara jurang Green Canyon dan lembah itu terdapat jembatan dari tanah yang biasa dilewati oleh masyarakat disana untuk sampai ke ladang dan kebunnya.

Green Canyon Indonesia ini terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Dari Kota Ciamis sendiri berjarak sekitar 130 km atau jika dari Pangandaran berjarak sekitar 31 km. Di dekat objek wisata ini terdapat objek wisata Batukaras serta Lapangan Terbang Nusawiru. Objek wisata mengagumkan ini sebenarnya merupakan aliran dari sungai Cijulang yang melintas menembus gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktif dan stalakmitnya.

Selain itu daerah ini juga diapit oleh dua bukit, juga dengan banyaknya bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Semuanya itu membentuk seperti suatu lukisan alam yang begitu unik dan begitu menantang untuk dijelajahi Untuk mencapai lokasi ini wisatawan harus berangkat dari dermaga Ciseureuh. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu tempel atau kayuh yang banyak tersedia di sana. Jarak antara dermaga dengan lokasi Green Canyon sekitar 3km, yang bisa ditempuh dalam waktu 30-45 menit.

Sepanjang perjalanan kita akan melewati sungai dengan air berwarna hijau tosca. Mungkin dari sinilah nama Green Canyon berasal. Begitu terlihat jeram dengan alur yang sempit yang sulit dilewati oleh perahu berarti sudah sampai di mulut Green Canyon, di mana airnya sangat jernih berwarna kebiru-biruan. Di sinilah awal petualangan menjelajah keindahan objek wisata ini dimulai. Dari sini wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke atas dengan berenang atau merayap di tepi batu. Disediakan ban dan pelampung bagi yang memilih untuk berenang.

Meski harus menempuh cara seperti ini, perjalanan dijamin sepenuhnya aman. Bahkan untuk anak-anak 6 tahun ke atas cukup aman untuk menyusuri aliran sungai dengan menggunakan ban dan dipandu oleh pemilik perahu yang disewa. Perjalanan akan terus berada dalam cekungan dinding terjal di kanan kiri aliran sungai. Dinding-dinding untuk menyajikan keindahan tersendiri, yang paling unik berbentuk menyerupai sebuah gua yang atapnya sudah runtuh. Selain itu di bagian atas beberapa kali pengunjung akan melewati stalaktit-stalaktit yang masih dialiri tetesan air tanah. Setelah beberapa ratus meter berenang, akan terlihat beberapa air terjun kecil di bagian kiri kanan yang begitu menawan. Jika diteruskan berenang maka pengunjung akan sampai pada ujung jalan, di mana terdapat gua yang dihuni oleh banyak kelelawar.

Alur aliran sungai ini cukup panjang, sehingga pengunjung dapat berenang sepuas-puasnya sambil mengikuti arus dari air terjun. Selain pemandangan indah di atas permukaan air, Green Canyon akan menjadi surga tersendiri bagi yang suka menyelam. Tinggal membawa beberapa alat selam, pemandangan menakjubkan cekungan-cekungan di dalam air siap untuk ditelusuri dan dinikmati, lengkap dengan beragamnya ikan-ikan yang berenang ke sana kemari di dasar lubuk. Bagi yang suka menantang adrenalin, dapat meloncat dari sebuah batu besar dengan ketinggian 5m ke dasar lubuk yang dalam. Bagi Anda yang benar-benar ingin menikmati keindahan objek wisata Green Canyon harus paham dengan musim-musimnya. Karena saat terbaik untuk bisa menikmati keindahaan objek wisata ini adalah beberapa saat setelah masuk musim kemarau. Karena jika pada musim hujan, dikhawatirkan deras sungai dan warna airnya pun akan menjadi coklat.

Sebelum Anda memutuskan untuk ke Green Canyon, sebaiknya terlebih dahulu menyiapkan uang tunai yang cukup. Pasalnya, disana tidakada bank atau ATM. Untuk ATM, tempat penginapan dan fasilitas akomodasi yang lengkap bisa Anda dapatkan di Pangandaran. Untuk akses berperahu, disana tersedia armada perahu yang cukup banyak. Ada sekitar 100 unit perahu yang dapat mengantarkan Anda untuk menelusuri objek wisata ini. Pada setiap perahu akan dilengkapi seorang juru dan tugas batu untuk memandu Anda dalam perjalanan.

Rute perjalanan yang harus ditempuh untuk menuju Green Canyon yaitu : Dari JAKARTA dan BANDUNG, Anda bisa mengikuti Rute Arah ke Jawa Tengah dengan melalui Kota Tasik-Ciamis Kota-Kota Banjar- Pangandaran. Dari JAWA TIMUR dan JAWA TENGAH, Untuk JAWA TIMUR anda dapat menuju Arah JAWA TENGAH terlebih dahulu, lalu dilanjutkan untuk mengambil jalur ke Jawa Barat dengan mengikuti jalur Arah (Purworejo-Kebumen-Wangon-Banjar- Pangandaran-Ciamis). Bagi Anda yang menggunakan kendaraan umum, tentunya tidak usah repot memikirkan rute. Karena sopir akan membawa Anda Langsung ke Pangandaran(Green Canyon).

Tapi yang perlu diperhatikan yaitu tempat Anda Menginap disana, anda bisa memilih penginapan yang terdapat di hotel-hotel yang tersedia banyak di Pangandaran atau bisa juga menginap di objek wisata Batukaras yang sangat berdekatan dengan Green Canyon. (untuk data informasi hotel anda bisa lihat pada list hotel yang tesedia di situs ini). Selamat Menikmati Liburan
dengan Keluarga Anda, Kunjungi dan Nikmati Potensi Objek Wisata Kabupaten Ciamis yang lain, yang tidak kalah menariknya dengan Green Canyon.

Minggu, 26 Oktober 2014

Masji Rahmatan Lil Alamin berada di Komplek Kampus Al-Zaytun, Ds. Mekarjaya, Kec. Gantar, Kab. Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Mesjid ini mempunyai daya pesona dan penuh dengan nilai filosofi dari sisi arsitekturnya.

Bangunan ini mempunyai ukuran 99m x 99m. Ini melambangkan Asmaul Husna yaitu nama-nama Allah yang 99. kemudian mempunyai ketinggian dengan jumlah 7 lantai. ini berarti menggambarkan tujuh lapis langit. Disamping kubah besar, terdapat tonjolan setengah kubah yang berjumlah empat buah yang menyokong kubah utama. Ini melambangkan perpaduan dari empat mazhab. Kemudian terdapat delapan kubah kecil yang mengelilingi, menandakan delapan penjuru mata angin sebagai ciri khas Rahmatan Lil Alamin yang menyebarkan rahmat bagi alam semesta.

Ma'had Al-Zaytun dengan ikon Masjid Rahmatan Lil Alaminnya kini menjadi daya pesona tersendiri di Kabupaten Indramayu. Perpaduan alam yang hijau royo-royo dan bangunan yang indah menjadikan tempat banyak dikunjungi masyarakat dari penjuru nusantara bahkan manca negara. Bahkan Kabupaten Indramayu memasukan Al-Zaytun kedalam kategori Wisata Religi.

Kamis, 02 Oktober 2014





Rabu, 01 Oktober 2014